Jumlah pe-longok :

Sabtu, 26 September 2015

Kebutuhan Grand Design Penyuluhan Pertanian Nasional


Sistem Penyuluhan Indonesia sesungguhnya membutuhkan suatu GRAND DESIGN penyuluhan yang berjangka panjang, yang penyusunan dan pelaksanaannya nanti membutuhkan keterlibatan dan keikutsertaan aktif semua pihak, terutama di kalangan internal Kementerian Pertanian. MASTERPLAN PENYULUHAN pertanian tersebut harus mampu mengakomodasi dan mengantisipasi perkembangan faktor-faktor berkenaan dengan figur dan profil dan kompetensi petani masa depan, profil usahatani dan pengusahaan pertanian, figur dan profil penyuluh pertanian masa depan, dinamika dan profil sumberdaya lahan pertanian, serta kebutuhan Diklat Pertanian untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian  masa depan.
Secara jujur harus diakui, apresiasi dan persepsi pihak terkait terhadap penyuluhan pertanian belum optimal, bahkan termasuk pada kalangan Direktorat Jenderal teknis di lingkup Kementan. Sampai saat ini, urusan penyuluhan seolah ekslusif hanya menjadi tanggung jawab BPPSDMP.
Satu hal mendasar yang membutuhkan perjuangan berkenaan dengan redefinisi KONSEP DAN CAKUPAN PENYULUHAN PERTANIAN. Kegiatan penyuluhan pada hakekatnya berupaya meningkatkan kecerdasan bangsa, khususnya petani dan keluarganya. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan nasional, sebagaimana amanat pada pembukaan UUD 1945. Dengan demikian, semestinya penyuluhan pertanian tidak akan kekurangan perhatian dari pemerintah.
Selain itu, secara konseptual, penyuluhan pertanian adalah kegiatan PENDIDIKAN NONFORMAL terhadap sasaran penyuluhan yakni petani dan keluarganya. Dengan dasar ini, maka semestinya penyuluhan pertanian bisa memperoleh alokasi dari porsi anggaran Kemendiknas yang besarnya sangat memadai yakni 20 persen dari total APBN.

*****

Tidak ada komentar: